Wanita itu sudah tua, namun semangat perjuangannya tetap menyala
seperti wanita yang masih muda. Setiap tutur kata yang dikeluarkannya
selalu menjadi pendorong dan bualan orang disekitarnya. Maklumlah, ia
memang seorang penyair dua zaman, maka tidak kurang pula bercakap dalam
bentuk syair. Al-Khansa bin Amru, demikianlah nama wanita itu. Dia
merupakan wanita yang terkenal cantik dan pandai di kalangan orang Arab.
Dia pernah bersyair mengenang kematian saudaranya yang bernama Sakhr :
“Setiap mega terbit, dia mengingatkan aku pada Sakhr, malang. Aku
pula masih teringatkan dia setiap mega hilang di ufuk barat Kalaulah
tidak karena terlalu ramai orang menangis di sampingku ke atas
mayat-mayat mereka, niscaya aku bunuh diriku.”
Monday, 30 April 2012
Thursday, 26 April 2012
Strategi Setan Menjerumuskan Manusia
Sebelum kita mengetahui strategi setan menjerumuskan manusia, ada baiknya terlebih dahulu mengetahui Visi dan Misi setan.
Visi setan adalah memperbudak manusia dan Misi setan mengkondisikan manusia lupa kepada Alah SWT.
Adapun strategi setan untuk mewujudkan visi dan misinya adalah sbb :
Visi setan adalah memperbudak manusia dan Misi setan mengkondisikan manusia lupa kepada Alah SWT.
Adapun strategi setan untuk mewujudkan visi dan misinya adalah sbb :
Tuesday, 24 April 2012
Pemuda Buruk Rupa
Kisah ini terjadi pada zaman Nabi Daud. Nabi Daud adalah seorang nabi
yang sangat menyayangi kaum muda, karena ia beranggapan bahwa pemudalah
yang mampu merubah keadaan menjadi lebih baik.
Nabi Daud mempunyai sebuah majelis, dan disanalah Ia mengajarkan risalah dan tuntunan wahyu yang diturunkan Allah kepadanya. Di majelis tersebut, sering datang seorang pemuda yang berwajah tak sedap dipandang mata. Pokoknya dilihat darimana saja, wajahnya tetap saja tak menyejukkan mata. Pemuda ini seringkali duduk berjam-jam. Tak jarang ketika semua orang telah bubarpun ia masih merenung seorang diri. Tapi ada yang aneh dengan pemuda tersebut. Meski sering datang dan duduk lama, ia tak pernah mengucapkan sepatah kata pun, baik untuk bertanya maupun untuk mengemukakan pendapatnya.
Nabi Daud mempunyai sebuah majelis, dan disanalah Ia mengajarkan risalah dan tuntunan wahyu yang diturunkan Allah kepadanya. Di majelis tersebut, sering datang seorang pemuda yang berwajah tak sedap dipandang mata. Pokoknya dilihat darimana saja, wajahnya tetap saja tak menyejukkan mata. Pemuda ini seringkali duduk berjam-jam. Tak jarang ketika semua orang telah bubarpun ia masih merenung seorang diri. Tapi ada yang aneh dengan pemuda tersebut. Meski sering datang dan duduk lama, ia tak pernah mengucapkan sepatah kata pun, baik untuk bertanya maupun untuk mengemukakan pendapatnya.
Sunday, 22 April 2012
Berkat Membaca Bismillah
Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang
yang fasik dan tidak mau mengerjakan kewajiban agama dan tidak mau
berbuat kebaikan.
Perempuan itu senantiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu senantiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan senantiasa memperolok-olokkan isterinya.
Suaminya berkata sambil mengejek, “Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah.”
Perempuan itu senantiasa membaca Bismillah setiap kali hendak bercakap dan setiap kali dia hendak memulakan sesuatu senantiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan senantiasa memperolok-olokkan isterinya.
Suaminya berkata sambil mengejek, “Asyik Bismillah, Bismillah. Sekejap-sekejap Bismillah.”
Wednesday, 18 April 2012
Sejarah Singkat Imam Syafi'i
Nama dan Nasab
Beliau bernama Muhammad dengan kun-yah Abu
Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas
bin ‘Utsman bin Syafi‘ bin as-Saib bin ‘Ubayd bin ‘Abdu Zayd bin Hasyim bin
al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab
Rasulullah pada diri ‘Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau masih
termasuk sanak kandung Rasulullah karena masih terhitung keturunan paman-jauh
beliau , yaitu Hasyim bin al-Muththalib.
Bapak beliau, Idris, berasal dari daerah Tibalah
(Sebuah daerah di wilayah Tihamah di jalan menuju ke Yaman). Dia seorang yang
tidak berpunya. Awalnya dia tinggal di Madinah lalu berpindah dan menetap di
‘Asqalan (Kota tepi pantai di wilayah Palestina) dan akhirnya meninggal dalam
keadaan masih muda di sana. Syafi‘, kakek dari kakek beliau, -yang namanya
menjadi sumber penisbatan beliau (Syafi‘i)-
Subscribe to:
Posts (Atom)




